Mendirikan Perusahaan untuk Bisnis Mandiri

ucweb

http://www.card1616.com/shinsa/cate_onayami-soudan/images/066.png
Banyak lulusan informatika yang bercita-cita untuk membuat perusahaan dan mengembangkan bisnisnya sendiri, dibandingkan dengan menjadi karyawan pada sebuah korporasi atau organisasi komersial. Dari sekian banyak “entrepreneur muda”, ada yang dinilai berhasil ada yang mengalami kegagalan. Berkaca dari berbagai pengalaman mereka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan pembelajaran:

1. Berangkatlah dari kebutuhan riil masyarakat atau pasar, bukan dari ambisi keinginan pribadi untuk memaksakan orang lain menggunakan produk yang dibuat (kecuali yang bersangkutan telah memiliki pengalaman jam terbang tinggi untuk “creating the demand”). Perlu dipahami bahwa teknologi adalah alat bantu manusia dalam melakukan pekerjaan tertentu. Teknologi kerap menjadi jawaban atas berbagai permasalahan yang dihadapi manusia. Disamping itu, teknologi juga memberikan sejumlah peluang perbaikan dari apa yang sudah ada dewasa ini. Dengan berhasil mengembangkan teknologi tertentu sebagai jawaban atas kebutuhan spesifik individu atau sekelompok manusia, maka sang wiraswastawan memiliki potensi untuk berhasil dalam usahanya. Contoh masalah atau kebutuhan yang dimaksud misalnya:

Setiap orang memiliki banyak sekali “user name” dan “password” yang harus diingat, adakah teknologi yang dapat membantunya?
Pada jam 12 siang, lobi hotel selalu penuh sesak dengan tamu yang ingin “check in” dan “check out” pada waktu yang bersamaan, adakah cara untuk mengatasinya?
Antrean imigrasi di bandara senantiasa panjang yang membuat penumpang sering mengeluh, adakah cara untuk mengeliminasinya?
Orang buta mengalami kesulitan dalam mengoperasikan komputer, adakah cara alternatif untuk membantu mereka?
Banyak orang tua kerap kehilangan anaknya ketika berada dalam keramaian, ada alat bantu yang dapat mencegah terjadinya peristiwa ini?
2. Setelah jelas kebutuhannya, definisikanlah siapa kelak yang akan menjadi pelanggan utama, alias mereka yang akan membeli solusi teknologi yang ditawarkan. Dengan mendefinisikan profil pelanggan tersebut, maka dapat dipahami karakter dari orang tersebut, sehingga produk dimaksud dapat benar-benar dibeli dan dimanfaatkan. Dengan menggunakan kelima contoh di atas misalnya, dapat ditentukan target pelanggan (customer) dimaksud, seperti:

Target pelanggan produk aplikasi penyimpan dan pengingat “password” adalah orang dewasa yang memiliki banyak akun aktif di internet;
Target pelanggan aplikasi “smart hotel” adalah seluruh manajemen hotel bintang 4 dan bintang 5;
Target pelanggan aplikasi antrean adalah seluruh kantor imigrasi bandara internasional yang ada di Indonesia;
Target pelanggan aplikasi tuna netra adalah pemilik yayasan dan sekolah tuna netra yang tersebar di segenap wilayah tanah air; dan
Target pelanggan keamanan anak adalah para orang tua yang masih memiliki anak kecil dan senang beraktivitas di tempat keramaian atau ranah publik.
3. Setelah menetapkan profil pelanggan tersebut, maka perlu dipertimbangkan dan dikembangkan seperti apa model bisnisnya. Model bisnis terkait dengan bagaimana mekanisme pertukaran barang dan jasa yang dimaksud (revenue stream). Contohnya adalah:

Pelanggan membeli produk teknologi yang ditawarkan dengan harga yang telah ditetapkan (mekanisme beli putus);
Pelanggan menyewa produk teknologi yang ditawarkan dengan melakukan pembayaran secara periodik (mingguan, bulanan, atau tahunan);
Pelanggan membayar setiap kali produk teknologi dimaksud dipergunakan (pay-per-use);
Pelanggan menyicil pembayaran produk beberapa kali hingga yang bersangkutan memiliki;
Pelanggan diberikan produk secara cuma-cuma, namun harus membayar biaya penggunaannya selama yang bersangkutan aktif memanfaatkannya;
Pelanggan tidak dikenakan biaya karena yang membayarnya adalah organisasi atau perusahaan di tempat yang bersangkutan bekerja; dan lain sebagainya.
4. Setelah itu barulah dirancang rangkaian proses pembuatan produk/jasa yang ditawarkan (proses bisnis). Yang perlu diperhatikan dalam membuat proses bisnis ini adalah hal-hal sebagai berikut:

Bagaimana urut-urutan metodologi pengembangannya dimana masing-masing tahap harus jelas ruang lingkupnya dan siapa yang bertanggung jawab terhadapnya;
Antar satu proses dengan proses lainnya haruslah jelas jalinan keterkaitannya, dalam arti kata output apa saja yang harus dihasilkan sebuah proses dan proses mana yang akan menjadikannya sebagai input; dan
Selain perlu didefinisikan siapa saja yang harus mengerjakan proses tersebut, perlu pula dihitung waktu dan biaya pengerjaannya, sebagai bagian dalam menentukan harga penjualan produk atau jasa dimaksud; dan lain sebagainya.
5. Kemudian identifikasikanlah mitra bisnis mana saja yang harus diajak kerjasama baik sebagai pemasok maupun pendukung teknologi agar produk dimaksud dapat dikembangkan. Contoh pemasok yang ada seperti:

Perusahaan dotcom yang memiliki jasa pembayaran pembelian produk dengan menggunakan berbagai jenis pembayaran (kartu kredit, kartu debet, uang elektronik, transfer bank, dan lain-lain);
Perusahaan jasa ekspedisi atau pengiriman paket untuk mendistribusikan produk yang dibeli oleh pelanggan melalui internet;
Perusahaan penyedia bahan mentah untuk diolah menjadi produk/jasa jadi yang siap dikonsumsi oleh pelanggan; dan lain sebagainya. 
6. Hal terakhir yang perlu direncanakan adalah terkait dengan identifikasi sumber daya dan aktivitas pendukung apa saja yang diperlukan (supporting activities) untuk menunjang proses pengembangan produk dan/atau jasa yang ditawarkan, seperti:

Profil, kompetensi, dan keahlian sumber daya manusia yang harus dimiliki;
Strategi dan model pemasaran yang harus diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat maupun mensosialisasikan produk/jasa yang ditawarkan;
Infrastruktur bisnis seperti kantor pusat, cabang, dan peralatan pendukung lainnya seperti transportasi dan lain-lain;
Mekanisme logistik, pergudangan, dan distribusi produk ke seluruh target pasar; dan lain sebagainya.
Dengan menjalankan keenam langkah “common practices” tersebut, maka niscaya cita-cita memulai bisnis mandiri dapat terwujud secara sukses.




ucweb

0 Response to "Mendirikan Perusahaan untuk Bisnis Mandiri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel