Tips Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak-Anak

Belakangan ini dalam berbagai kesempatan seminar mengemukan keluhan para orang tua mengenai fenomena ketagihannya anak-anak mereka terhadap gawai elektronik (baca: gadget)

Dalam sehari rata-rata mereka menghabiskan waktu sekitar 4-6 jam untuk bermain gadget, dan melupakan aktivitas penting lainnya seperti: belajar, bersosialisasi, berolahraga, berinteraksi, dan lain sebagainya. Para orang tua sangat khawatir kebiasaan anak-anak yang masih berada di sekolah dasar tersebut akan berdampak pada kondisi psikologis, yang cenderung akan membuat mereka tumbuh sebagai pribadi yang anti-sosial.



Cara mengatasi anak sebelum kecanduan gadget

Pada dasarnya, anak-anak kecil berusia 6-12 tahun memiliki kebutuhan alami untuk bergerak. Dalam usia tersebut, otot motorik mereka sebenarnya “sangat lapar” untuk melakukan aktivitas fisik. Namun di era moderen ini, dimana orang tua sangat sibuk dengan kegiatannya,

sementara guru-guru lebih banyak mengasah kecerdasan kognitif siswa, mereka lupa menghadirkan berbagai permainan berorientasi gerakan fisik ke dunia anak-anak. Berbeda dengan jaman dahulu dimana permainan tradisional seperti kelereng, bola bekel, lompat karet, engklek/ingkling, bentengan, congklak, petak umpet, dan tarik tambang sangat akrab di kalangan anak-anak – saat ini keberadaannya hampir tidak dikenal oleh mereka.

Sejumlah studi memperlihatkan bahwa anak-anak Generasi Y maupun Z ketika diperkenalkan dengan hal tersebut, sangat suka dan tertarik untuk memainkannya, dan melupakan kesibukan mengakses gadgetnya. Bahkan mereka secara kreatif dan inovatif mengembangkan permainan tersebut menjadi berbagai jenis variasi tantangan yang mengasyikkan. 

Lihatlah bagaimana ramainya berbagai tempat permainan anak-anak di mall-mall maupun alun-alun kota yang menyediakan berbagai fasilitas bermain yang berorientasi pada fisik, seperti: trampolin, bounching ball, papan selancar (baca: skateboard), ayunan, wall climbing, dan lain-lain.

Pengaruh Orang Tua
Seorang anak tumbuh dengan menirukan apa yang dilihat pada lingkungan sekelilingnya. Anak-anak tertarik belajar menggunakan gadget karena semenjak lahir melihat kebiasaan orang tuanya melakukan hal yang sama setiap harinya. Ketika melihat ibunya berjam-jam berkomunikasi melalui telepon genggam yang dipegangnya, atau mengamati ayahnya yang tiada henti berinteraksi dengan komputer tabletnya, 

maka keinginan sang anak untuk melakukan hal yang samapun tunbuh. Kondisi akan berbeda seratus delapan puluh derajat apabila dalam kesehariannya, anak-anak lebih sering melihat orang tuanya membaca koran/majalah, bersenda gurau, berkomunikasi aktif, olah raga bersama, berbincang ketika makan malam, bermain kartu, menyanyi, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.


Kesimpulan

Kunci mengurangi bahkan mencegah anak-anak dari ketagihan gadget terletak pada orang tua dan lingkungan sekitarnya. Hanya dengan keperdulian dan kemauan untuk meluangkan waktu mengajak serta menunjukkan kepada anak-anak akan asyiknya beraktivitas secara fisik yang dapat melindungi mereka dari bahaya ketagihan gadget. Pepatah mengatakan, bahwa: “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Apa yang dicontohkan orang tua, akan diikuti apa adanya oleh sang anak – tidak lebih, dan tidak kurang.

3 Responses to "Tips Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak-Anak"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel