Strategi Sukses dalam Job Interview

Banyak pencari kerja yang gagal pada saat mengikuti tahap wawancara, padahal aktivitas ini biasanya merupakan fase terakhir, selangkah sebelum perusahaan memutuskan untuk menerima yang bersangkutan atau tidak. Hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan diperhatikan terkait dengan panggilan untuk memenuhi proses wawancara atau “job interview” ini?

Pertama, pastikan anda bangun tidur dalam keadaan segar. Hal ini sangat penting mengingat tubuh yang sehat akan membawa seorang individu pada kejernihan dalam berfikir dan berkreasi, suatu kondisi yang sangat dibutuhkan ketika proses tanya jawab berakhir. Disamping itu, wajah yang segar dan ceria akan memberikan kesan simpati kepada mereka yang bertemu dan berinteraksi, suatu hal positif yang akan memberikan nilai tambah bagi yang memilikinya.

Kedua, datanglah tepat pada waktunya – jangan sampai terlambat. Ini adalah hal sederhana yang percaya atau tidak, masih banyak individu-individu yang mengabaikannya, dan menjadi bumerang bagi mereka. Dimata perusahaan atau organisasi, menghargai waktu orang lain menggambarkan watak dan perilaku sang pencari kerja. Dengan datang terlambat, paling tidak sudah banyak orang yang dirugikan dan “disusahkan” oleh yang bersangkutan: perusahaan, pelamar lain, dan dirinya sendiri. Hal lain yang tergambarkan jika seseorang taat pada waktu adalah tingkat kedisiplinan dan etos kerjanya, suatu sifat dan perilaku yang wajib dimiliki oleh siapa saja yang ingin berhasil.

Ketiga, timbulkan kesan pertama yang santai dan bersahabat. Pada saat wawancara belum mulai, perkenalkanlah dahulu diri anda dengan menggunakan bahasa lisan yang sopan dan bahasa tubuh yang simpati. Hal ini selain akan memecahkan ketegangan (baca: ice breaker), juga akan memberikan kesan pada perusahaan bahwa yang bersangkutan adalah individu yang percaya diri dan profesional.

Keempat, pada saat wawancara dilakukan, jawablah semua pertanyaan dengan jujur dan tajam – dengan bahasa tubuh yang baik (terutama “eye contact” perlu selalu dijalin antara pewawancara dan pencari kerja). Jika ada pertanyaan yang kurang jelas, jangan ragu-ragu menanyakan untuk klarifikasi. Berlakulah positif dalam menjawab semua pertanyaan, baik yang mudah ataupun susah, mendukung ataupun menyudutkan, panjang ataupun pendek, dan lain sebagainya.

Kelima, jika sang pewawancara memberikan kesempatan pencari kerja untuk bertanya, pergunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Ajukan berbagai pertanyaan terkait dengan perusahaan yang bersangkutan, misalnya: produk dan jasa yang ditawarkan, model budaya perusahaan, sejarah berdirinya inisiatif usaha, profil para pimpinan dan manajemen puncak, dan lain sebagainya. Dengan mengajukan berbagai pertanyaan, paling tidak memperlihatkan bahwa yang bersangkutan merupakan pribadi yang kritis, kreatif, dan berkeinginan tahu tinggi – sesuatu yang akan membawa dampak positif bagi perusahaan yang mempekerjakannya.

Keenam, pada saat usai wawancara, pastikan sang pewawancara telah memiliki semua informasi mengenai pencari kerja, terutama riwayat hidup (CV) dan cara mengontaknya – serta seluruh persyaratan administrative yang diperlukan. Jangan lupa mengucapkan terima kasih untuk kesempatan wawancaranya.

Simon Cowell, juri fenomenal dalam “American Idol” dan “British Got Talent” sering mengatakan kepada peserta yang berbakat “one song can change your life” – alias “sebuah pilihan lagu dapat merubah hidup anda”. Wawancara merupakan salah satu kesempatan emas yang terkadang hanya datang sekali, sehingga haruslah benar-benar dipersiapkan dengan baik agar tidak terjadi penyesalan seumur hidup…

0 Response to "Strategi Sukses dalam Job Interview"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel