Ijasah vs. Sertifikat: Pilih yang Mana?

Hampir dalam semua seminar antara pelaku industri dan akademisi yang membahas masalah “link and match” membicarakan isu mengenai bagaimana terjadi kecenderungan adanya anggapan di dunia industri bahwa nilai “sertifikat” atau “sertifikasi” tertentu jauh lebih tinggi atau relevan dibandingkan dengan “ijasah” perguruan tinggi.

Alasan yang kerap dipakai antara lain adalah ijasah dengan transkrip yang menyertainya sangatlah bersifat umum, dalam arti kata industri tidak benar-benar tahu kompetensi dan keahlian khusus lulusan perguruan tinggi yang dimaksud. Karena informasi yang didapat hanyalah nama mata kuliah yang diambil dengan nilainya, serta gelar yang diperoleh. Terlampau banyak asumsi dan ambiguitas yang dapat timbul dari informasi semacam ini. Sementara dalam sertifikat sangatlah jelas, karena mengikuti standar nasional maupun internasional yang telah diketahui umum karakteristiknya.

Perbedaan kelas dan kualitas antar perguruan tinggi membuat ijasah tidak dapat diperbandingkan secara “apple to apple” antara satu dengan lainnya, sehingga sering kali pihak industri menggunakan asumsi tertentu berdasarkan pengetuannya terhadap nama serta citra perguruan tinggi yang bersangkutan. Dalam sertifikat diberlakukan standar yang tidak membeda-bedakan latar belakang pendidikan atau lingkungan akvitiasnya, karena fokus pada penguasaan terhadap bidang tertentu.

Bidang penguasaan seperti yang dicantumkan dalam ijasah/transkrip terlampau bersifat umum, tidak memiliki relevansi langsung dengan “bahasa umum” yang kerap dipergunakan industri. Bahasa yang terlampau akademik tersebut perlu dipetakan terlebih dahulu menjadi terminologi yang biasa dipakai dan dimengerti oleh industri terkait. Di lain pihak, sertifikat secara langsung menggunakan terminologi dan/atau jargon yang sehari-hari dipergunakan oleh industri sehingga mudah dimengerti oleh para praktisi bisnis.

Tentu saja alasan ini juga dibantah oleh kaum akademisi yang mengatakan sebaliknya, dimana sertifikasi hanya menjamin yang bersangkutan mengetahui kulit atau permukaan dari suatu ilmu belaka, tidak secara utuh dan mahir mengerti filosofi dan penggunaannya secara tepat. Sebenarnya tidak perlu terlalu banyak waktu dicurahkan untuk mempertentangkan kedua hal tersebut karena pada dasarnya keberadaan mereka bersifat saling melengkapi.

Ijasah adalah sebuah bentuk pengakuan telah dipenuhinya sejumlah standar pengetahuan dan kompetensi melalui proses diikuti dan diselesaikannya sejumlah mata ajar atau mata kuliah berdasarkan suatu program kurikulum tertentu. Karena Indonesia menganut sistem KBK (Kurikulum Berbasis Kurikulum), maka tujuan atau filosofi yang dipergunakan dalam menyelenggarakan pendidikan adalah membekali peserta didik dengan “kompetensi” tertentu - alias suatu kemampuan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang bersifat jangka panjang  Karena sifatnya yang jangka panjang, maka pendekatan prinsip dan generik diterapkan dalam metodologi serta konten pengajaran - agar nanti ilmu yang dibelajari dapat diimplementasikan dalam berbagi situasi kehidupan. Oleh karena itulah biasanya pemiliki ijasah dianugerahi pula sebuah “gelar” yang biasa disandangkan di belakang nama yang bersangkutan - misalnya “SKom” atau “Sarjana Komputer”.

Sementara itu sertifikat lebih bersifat jangka pendek, karena mengacu pada teknologi yang sedang menjadi trend ketika itu. Oleh karena itulah maka sertifikasi tertentu biasanya memiliki masa waktu berlaku, dan harus segera diperbaharui setiap periode tertentu - misalnya dengan senantiasa mengikuti seminar-seminar atau lokakarya-lokakarya yang memiliki nilai “professional development unit” tertentu untuk memastikan yang bersangkutan tetap “update” dengan kemajuan teknologi terkait. Karena sifatnya adalah mengikuti trend, maka sertifikasi mengacu pada suatu keterampilah yang bersifat “keahlian” artinya mampu menguasai dan menggunakan sebuah teknologi tertentu. Dikatakan tertentu karena berbasis industri yang meciptakannya, sehingga tidak bisa dihindari jika banyak ditemukan sertifikasi yang mengacu pada standar yang dikembangkan asosiasi atau forum tertentu, maupun pada vendor atau komunitas penemu tertentu. Misalnya adalah PMP (Project Management Professional) yang dikeluarkan oleh Project Management Institute, atau CISA (Certified Information System Auditor) yang dikeluarkan oleh ISACA, atau Cisco Certified Network Administrator yang dikeluarkan oleh Cisco, MCSE (Microsoft Certified System Engineeri), dan lain sebagainya.

Dari sini jelas terlihat bahwa mereka yang memiliki ijasah dan sekaligus sertifikasi, akan memiliki keunggulan daya saing dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki ijasah saja atau sertifikasi semata. Contohnya adalah mereka yang telah menyelesaikan mata ajar KONSEP BAHASA PEMROGRAMAN dan sekaligus memiliki sertifikat keahlian SECURE C/C++ PROGRAMMING akan menjadi seorang system analyst atau professional programmer di bidang information security yang sangat handal dan banyak dibutuhkan dunia internasional. Atau mereka yang berhasil mendapatkan nilai baik untuk mata kuliah KOMPUTER AUDIT dan berhasil mengantongi sertifikasi CISA akan menjadi seorang auditor kelas dunia yang disegani oleh industri. Contoh lainnya adalah mereka yang berhasil lulus mata ajar REKAYASA PERANGKAT LUNAK dan sekaligus memiliki sertifikasi dari IASA (International Association of Software Architect) akan mampu menjadi software designer yang handal maupun software quality assurance bertaraf global.

Singkat kata, kombinasi antara kemampuan memahami sesuatu secara generik versus detail, holistik versus fokus, jangka panjang versus jangka pendek, ideal versus pragmatis, konsep versus terapan, teori versus praktek, prinsip versus praktis, dan umum versus khusus merupakan karakteristik saling melengkapi antara ijasah dan sertifikat. Bersyukurlah para mahasiswa yang melangsungkan studi pada institusi yang memperhatikan hal tersebut di atas, sehingga pada saat digelarnya upacara wisuda, yang bersangkutan tidak hanya lulus dengan membawa gelar terkait, tetapi juga sejumlah sertifikat yang diperolehnya selama yang bersangkutan melangsungkan studi di institusi tersebut.

0 Response to "Ijasah vs. Sertifikat: Pilih yang Mana?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel