Ini Langkah untuk Promosi Diri melalui Media Sosial
https://i1.wp.com/solografico.com/wp-content/uploads/2015/08/arbol-social-media.jpg?fit=640%2C582
Kebanyakan orang pada saat ini menggunakan jejaring media sosial untuk keperluan komunikasi dan interaksi informal berbasis multi media antar berbagai komunitas tempat yang bersangkutan berada. Aplikasi seperti Facebook, Path, Twitter, Instagram, Linkedln, Line, dan lain-lain sangatlah digemari dan telah menjadi bagian sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini berarti bahwa telah ada puluhan juta orang di Indonesia yang terhubung dengan jejaring media sosial dimana mereka semua secara aktif dan intensif berinteraksi untuk memenuhi berbagai keperluan. Secara eksponensial, jumlah pengguna dan frekuensi interaksi antara user media sosial meningkat dari hari ke hari. Artinya adalah bahwa jejaring media sosial memiliki potensi eksposur perhatian yang sangat tinggi, dan dapat dipergunakan sebagai alat atau media untuk “bertemu dan berkomunikasi” dengan “pasar”.
Sebagai seorang profesional di bidang teknologi informasi dan komunikasi, jejaring media sosial dapat dipergunakan untuk memperkenalkan dan mempromosikan diri secara efektif kepada pasar. Banyak cara simpati yang dapat dipergunakan untuk menggunakan strategi “menumpang” atau “piggy backing” ini secara efektif. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilaksanakan dengan mudah dan telah terbukti berhasil diterapkan oleh sejumlah kalangan. Setiap aplikasi jejaring media sosial akan memulai interaksi dengan pengguna melalui keharusan yang bersangkutan mengisi profil pribadinya. Pada beberapa jejaring media sosial, tersedia begitu banyak “fields” terkait dengan profil seseorang yang dapat diisi, seperti: latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, domain keahlian, sertifikat yang dimiliki, dan lain sebagainya. Tidak perlu ragu-ragu untuk mengisi seluruh informasi ini karena akan membantu orang lain dalam mengenal dan memahami kompetensi serta pengalaman yang dimiliki oleh sang profesional. Selalu memutakhirkan informasi profil ini sangatlah perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sang profesional senantiasa “update” dengan kondisi terbaru dari pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Setelah profil diri diisi, hal selanjutnya yang biasa diminta oleh aplikasi jejaring media sosial adalah agar pengguna mulai mengajak atau mengundang pihak lain untuk menjadi teman dalam jejaringnya. Di sinilah seorang profesional mendapatkan kesempatan untuk memilih teman yang berpotensi untuk menjadi klien maupun dijadikan mitra usaha karena rekam jejak pengalaman dan jejaring yang dimilikinya. Dengan menjadi teman mereka, maka terbukalah kesempatan untuk mengembangkan diri maupun bisnis di kemudian hari. Mengundang dan menerima undangan dari orang lain akan menjadi aktivitas sehari-hari yang dapat dilakukan dengan mudah dalam jejaring media sosial. Dengan telah dilengkapinya profil dan dimilikinya jejaring teman tersebut, maka sang profesional siap untuk memanfaatkan berbagai fitur jejaring media sosial sebagai penunjang kegiatannya sehari-hari. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk mempromosikan diri secara simpatik kepada jejaring teman misalnya sebagai berikut:
Menginformasikan sekaligus mengundang mereka untuk menghadiri program atau acara dimana sang profesional berpartisipasi sebagai narasumber;
Membagikan (sharing) karya artikel, tulisan, presentasi, maupun pemikiran lainnya kepada teman-teman yang ada di jejaring media sosial;
Membuat catatan harian (blog) yang berhubungan dengan bidang keahlian teknologi informasi yang digeluti atau menjadi fokus perhatiannya secara berkala;
Memberikan informasi terkini terkait hal-hal baru di bidang teknologi informasi yang menjadi perhatian utamanya;
Memperlihatkan sejumlah foto acara-acara profesional yang dihadiri dalam berbagai kesempatan;
Mengirimkan tautan (link) ke berbagai video atau situs menarik baik yang dibuat sendiri maupun yang diperoleh dari beragam sumber;
Mengajak diskusi rekan-rekan dalam jejaring untuk membahas isu terkini di bidang teknologi informasi maupun komunikasi; dan lain sebagainya.
Satu hal lagi yang berguna untuk dilakukan adalah aktif berpartisipasi dalam berinteraksi dengan seluruh teman-teman seprofesi di dalam jejaring tersebut dengan cara berdiskusi, chatting, memberikan komentar, menyapa, dan lain-lain. Di sinilah “relationship” atau hubungan pertemanan dapat secara efektif dan efisien di jalin. Harap diperhatikan, bahwa di negara berkembang semacam Indonesia, terkadang “you know who” lebih penting dari “you know how”. Pada akhirnya, seorang profesional harus memilih jejaring media sosial mana yang bersangkutan akan berinteraksi. Dahulu memang sangat sulit untuk menentukannya, karena ada ratusan aplikasi yang tersedia di pasar. Namun sekarang hal tersebut bukan menjadi masalah lagi, karena antara satu dan lainnya sudah dapat saling dihubungkan secara otomatis. Contohnya adalah antara Twitter dengan Facebook, Linkedln, dan Instagram - di mana keseluruhan jejaring media sosial tersebut sudah terhubung secara otomatik dan saling meng-”update” satu dan lainnya.
Mengapa memanfaatkan jejaring media sosial ini dianggap efektif untuk dapat dikenal secara profesional oleh orang lain? Jawabannya adalah sederhana. Dalam era internet sekarang ini, hal pertama yang dilakukan seorang pengguna ketika yang bersangkutan mendapatkan masalah adalah mencari penyelesaiannya melalui “search engine” - seperti Google, Bing, Yahoo, dan lain sebagainya. Oleh karena itu tidak perlu khawatir untuk mencoba mempromosikan diri secara profesional melalui jejaring media sosial.
0 Response to "Ini Langkah untuk Promosi Diri melalui Media Sosial"
Posting Komentar